Gejala dan Pencegahan Kencing Nanah – Klinik Utama Pandawa

Kencing nanah, juga dikenal sebagai gonore, adalah penyakit menular seksual (PMS) yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Bakteri ini dapat menginfeksi saluran reproduksi, termasuk uretra (saluran kencing), serviks (leher rahim), rektum, tenggorokan, dan kadang-kadang juga mata.
Gejala kencing nanah pada pria biasanya mencakup nyeri atau sensasi terbakar saat buang air kecil, keluarnya cairan kuning atau hijau dari penis, serta pembengkakan atau kemerahan di sekitar saluran kencing.
Pada wanita, gejalanya seringkali ringan atau bahkan tidak terlihat, tetapi dapat mencakup nyeri saat buang air kecil, perdarahan di luar siklus menstruasi, atau keluarnya cairan yang tidak biasa dari vagina.
Jika tidak diobati, infeksi gonore dapat menyebabkan komplikasi serius, termasuk infeksi pada organ reproduksi seperti radang panggul pada wanita, serta penyebaran infeksi ke bagian tubuh lainnya. Oleh karena itu, penting untuk mencari perawatan medis jika Anda mencurigai terinfeksi kencing nanah.
Konsultasi Dokter Kelamin (Gratis) → Pengobatan Gonore
Gejala Kencing Nanah
Gejala kencing nanah atau gonore dapat bervariasi antara pria dan wanita. Berikut adalah gejala umum yang mungkin terjadi:
Gejala pada pria:
Nyeri atau sensasi terbakar saat buang air kecil.
Keluarnya cairan kuning atau hijau dari penis.
Pembengkakan atau kemerahan di sekitar saluran kencing.
Sakit atau ketidaknyamanan pada testis.
Gejala pada wanita:
Gejala ringan atau tanpa gejala pada beberapa kasus.
Nyeri atau sensasi terbakar saat buang air kecil.
Perdarahan di luar siklus menstruasi atau perdarahan yang tidak biasa.
Keluarnya cairan yang tidak biasa dari vagina.
Nyeri atau ketidaknyamanan saat berhubungan seksual.
Pada kedua jenis kelamin, gonore juga dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya, seperti rektum, tenggorokan, atau mata. Infeksi pada rektum dapat menyebabkan gejala seperti gatal, sensasi terbakar, atau keluarnya cairan dari rektum.
Infeksi pada tenggorokan dapat menyebabkan sakit tenggorokan dan pembengkakan kelenjar getah bening di leher. Infeksi pada mata dapat menyebabkan konjungtivitis, yaitu mata merah, berair, dan gatal.
Penting untuk dicatat bahwa beberapa orang mungkin tidak mengalami gejala atau mengalami gejala ringan, tetapi tetap dapat menularkan infeksi kepada pasangan seksual mereka. Jika Anda mencurigai terinfeksi kencing nanah, disarankan untuk mencari perawatan medis dan melakukan tes PMS untuk diagnosis yang akurat.
Pencegahan Kencing Nanah
Berikut adalah beberapa langkah yang dapat diambil untuk mencegah penularan kencing nanah (gonore):
Praktik seks aman: Gunakan kondom secara konsisten dan dengan benar saat berhubungan seks, baik itu hubungan seks vaginal, anal, atau oral. Kondom dapat membantu melindungi Anda dari infeksi gonore serta penyakit menular seksual (PMS) lainnya.

Batasi jumlah pasangan seksual: Semakin banyak pasangan seksual yang Anda miliki, semakin tinggi risiko terkena infeksi gonore. Mengurangi jumlah pasangan seksual dapat membantu mengurangi risiko penularan.

Jalani pemeriksaan PMS secara teratur: Terutama jika Anda aktif secara seksual dengan pasangan yang berbeda atau memiliki risiko tinggi, penting untuk menjalani pemeriksaan PMS secara teratur. Tes PMS dapat mendeteksi infeksi gonore pada tahap awal, memungkinkan perawatan yang tepat waktu.

Komunikasi terbuka dengan pasangan: Diskusikan tentang sejarah PMS dan tes kesehatan dengan pasangan Anda. Penting untuk memiliki komunikasi terbuka dan jujur sehingga dapat mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat bersama.

Hindari berbagi alat seks: Jangan berbagi alat seks dengan orang lain, karena dapat menyebabkan penyebaran infeksi, termasuk gonore.

Vaksinasi: Ada vaksin yang tersedia untuk beberapa strain human papillomavirus (HPV) yang juga dapat menyebabkan infeksi yang seringkali terjadi bersamaan dengan gonore. Memperoleh vaksin HPV dapat membantu melindungi Anda dari infeksi yang berhubungan dengan HPV.

Jika Anda memiliki kekhawatiran tentang gonore atau infeksi menular seksual lainnya, sebaiknya berkonsultasi dengan profesional kesehatan, seperti dokter atau klinik kesehatan reproduksi, untuk informasi lebih lanjut, saran, dan pengujian yang tepat.
Kapan Harus ke Dokter?
Anda harus segera berkonsultasi dengan dokter atau pergi ke Klinik Gonore Terdekat dan terbaik seperti Klinik Utama Pandawa jika Anda mencurigai infeksi gonore atau jika Anda mengalami gejala yang menunjukkan kemungkinan infeksi. Beberapa situasi di mana Anda harus mencari perawatan medis segera termasuk:
Gejala yang mencurigakan: Jika Anda mengalami Pengobatan Gonore seperti nyeri atau sensasi terbakar saat buang air kecil, keluarnya cairan yang tidak biasa dari penis atau vagina, pembengkakan, kemerahan, atau rasa sakit di sekitar area genital, atau gejala lain yang mengkhawatirkan, penting untuk segera mencari perawatan medis.

Kontak dengan pasangan yang terinfeksi: Jika Anda memiliki pasangan seksual yang terdiagnosis dengan infeksi gonore atau memiliki riwayat PMS lainnya, segera berkonsultasi dengan dokter atau pergi ke klinik untuk melakukan pemeriksaan dan pengujian yang tepat.

Hasil tes positif: Jika Anda telah menjalani tes PMS dan hasilnya positif untuk infeksi gonore, penting untuk menghubungi dokter atau klinik untuk memulai perawatan yang sesuai.

Keinginan untuk melakukan pemeriksaan rutin: Jika Anda aktif secara seksual atau memiliki risiko tertentu, penting untuk menjalani pemeriksaan rutin dan pengujian PMS untuk mendeteksi infeksi gonore atau PMS lainnya. Kunjungan ke klinik atau dokter dapat membantu dalam penilaian risiko Anda dan memberikan nasihat serta tes yang diperlukan.

Penting untuk diingat bahwa dokter atau klinik kesehatan reproduksi adalah sumber yang tepat untuk mendapatkan informasi, diagnosis, dan perawatan yang akurat terkait gonore.
Mereka dapat memberikan nasihat tentang langkah-langkah pengobatan yang sesuai, melibatkan penggunaan antibiotik, serta memberikan saran pencegahan dan pendidikan tentang PMS.
Referensi: https://klinikkulitkelamin.com/

Related Post